Mengapa Wanita Tertarik pada Pria Gemuk

Jatuh cinta pada pria bertubuh gemuk, ternyata menyimpan sejumlah keuntungan.
Jum'at, 25 Juni 2010, 05:38 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni 

VIVAnews - Jatuh cinta pada pria bertubuh gemuk, ternyata menyimpan sejumlah keuntungan. Menurut studi yang dilakukan penelitian market, Forsa di Jerman, pria bertubuh gemuk tergolong lebih setia dibandingan pria bertubuh kurus.

Studi ini dilakukan pada 1000 pria Jerman berusia 31 - 69 tahun. Tiap responden ditanyakan soal ketertarikan seksual mereka. Hasilnya, pada responden pria yang memiliki berat badan ideal, sebanyak 23 persen mengaku pernah beberapa kali berselingkuh, dan kerap tak kuat menghadapi godaan selingkuh.

Sedangkan, bagi pria yang memiliki berat badan di atas ideal, sebanyak 19 persen mengaku akan mempertimbangkan ketika ada peluang berselingkuh. Sementara itu, pria yang tergolong memiliki berat badan berlebih, hanya 11 persen yang berniat menduakan pasangan mereka.

Peneliti menyimpulkan, pria gemuk ketika sudah jatuh cinta lebih memilih hubungan berkomitmen dibandingkan mencari peluang untuk berselingkuh.
Selain itu, perut berotot yang dimiliki pria atau sering disebut dengan istilah 'six pack', ternyata tidak menjadi hal utama untuk menarik perhatian wanita. Tim peneliti dari University of Queensland, Australia, menyimpulkan hal tersebut dari tanggapan pemirsa terhadap iklan yang menunjukkan tubuh pria.

Tanggapan pemirsa pada tubuh pria berotot sama saja dengan ketika iklan menunjukkan tubuh pria yang memiliki ukuran rata-rata. Para responden yang terlibat penelitian, memberikan peringkat sama pada pria yang bertubuh sedikit berisi, ramping dan berotot.

Phillippa Diedrichs, salah seorang peneliti mengungkap kampanye iklan tidak perlu terlalu menekankan pada otot yang kuat dan perut kencang. Hasil penelitian dapat menjadi bahan perdebatan presentasi media pada bentuk tubuh realistis, yang sampai sekarang hampir secara khusus fokus pada model wanita kurus dan memicu gangguan makan di kalangan wanita muda.

Diedrichs menunjukkan contoh iklan jins, perawatan kulit, dan pewangi tubuh yang menggunakan model pria berotot dan yang menggunakan model pria berukuran rata-rata pada lebih dari 600 anak remaja.

Hasilnya memang para remaja bereaksi positif pada iklan yang menggunakan pria berotot. Tetapi, faktanya iklan yang hanya menonjolkan produk lebih efektif daripada yang dibawakan model.

"Beberapa responden berpikiran model berotot menunjukkan arogansi atau homoseksualitas. Karakteristik tersebut bagi mereka mungkin tidak menyenangkan," kata Diedrichs, seperti dikutip dari Times Of India.

Hasil penelitian Diedrichs pada 2008 ini menjadikan model bertubuh berisi atau agak gemuk sama efektifnya dengan model langsing. Dan, mematahkan prinsip industri yang menganggap model berisi 'tidak menjual'.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cinta Sejati, atau Hanya Hubungan Fisik

Kenali tujuh petanda bahwa si dia hanya menginginkan hubungan fisik.
Senin, 21 Juni 2010, 18:21 WIB
Pipiet Tri Noorastuti 

VIVAnews - Sang pria pujaan sering hadir penuh kejutan menawarkan kehangatan penuh romantika. Namun, tak jarang tiba-tiba ia 'menghilang' atau berubah 'dingin' saat dibutuhkan. Benarkah pria semacam itu menawarkan cinta sejati?

Laman She Knows menuliskan, pria semacam itu tak perlu diandalkan. Ia cenderung hanya menginginkan hubungan fisik, bukan mengikatkan cinta sejati. Berikut tujuh petanda bahwa si dia hanya menginginkan hubungan fisik.

1. 'Menghilang' saat akhir pekan
Perhatikan jadwal kehadirannya. Jika dia hanya hadir di hari kerja antara Senin dan Jumat dan selalu 'menghilang' di akhir pekan, bisa jadi dia menyembunyikan cinta sejatinya. Apalagi jika alasannya terkesan dibuat-buat dan tak masuk akal. Saat kondisi ini menimpa hubungan Anda, segera cari tahu dan tantang keseriusannya. Siapkan mental untuk meninggalkannya, sebelum Anda merana ditinggalkannya.

"Ketika saya hanya tertarik berhubungan fisik dengannya, saya tak akan pernah mengajaknya berkencan di malam minggu. Malam minggu tentu akan saya gunakan untuk kencan dengan wanita yang memang benar-benar saya cintai," kata Mike, 27, asal Chicago.

2. Kedatangannya selalu mengejutkan
Pria yang serius dengan sebuah hubungan, ia akan merawat komunikasi secara reguler dengan intens. Sedangkan pria yang datang hanya saat tertentu yang tak terduga, enyahkan dari gambaran cinta sejati. Kemunculannya yang selalu mengejutkan bisa menjadi pertanda bahwa dia datang hanya saat sedang menginginkan 'sentuhan' Anda. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, dengan mudah ia akan kembali 'menghilang'.

3. Menutup 'dunia'-nya dari Anda
Mungkin saja ia begitu romantis, hangat, dan penuh cinta. Tapi, ia tak pernah menginzinkan Anda menembus 'dunia'-nya. Ia tak pernah mengajak Anda datang ke pernikahan teman atau keluarganya, dan tak pernah membawa Anda ke pesta atau kumpul dengan teman-temannya. Bisa jadi alasannya karena dia menyembunyikan kekasih lain.

4. Tak ingin terikat
Dia sangat menikmati keintiman dengan Anda. Tapi, dia menghindar saat dituntut perlunya status hubungan. Dia biasanya akan mengatakan sejumlah kalimat penolakan seperti, belum siap memiliki pacar, masih memiliki banyak masalah pekerjaan dan keluarga, atau masih takut patah hati. Dalam kondisi ini, Anda harus berani membuat keputusan tegas untuk meninggalkannya sebelum Anda dijadikan objek kesenangannya.

5. Muncul di waktu yang tak normal
Tak peduli seberapa baik dan romantisnya dia, Anda patut curiga jika dia selalu hadir di waktu-waktu yang tak normal, seperti tengah malam, hanya untuk mencari 'kehangatan'. Anda harus curiga ketika Anda sulit menghubungi atau bertemu dengannya di waktu-waktu senggang seperti saat makan malam. Bisa jadi dia sibuk dengan cinta sejatinya pada waktu-waktu normal.

6. Malas membalas sapaan elektronik
Jangan berharap lebih jika pria pujaan Anda tak pernah bersemangat membalas sapaan mesra Anda lewat SMS, Facebook, e-mail, atau media komunikasi lainnya. Jika memang mencintai Anda, dia tak mungkin membiarkan pesan Anda menjadi sampah selama berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan tanpa balas. Itu menjadi petanda bahwa dia hanya memiliki hasrat seksual saat berhadapan dengan fisik Anda.

7. Pembicaraan hanya seputar seks
Dia selalu mesra saat bertemu dengan bumbu pembicaraan bertema seks. Tapi, dia tak pernah tertarik membicarakan kehidupan pribadinya seperti keluarga, teman, pekerjaan, atau topik menarik lainnya. Sudah bisa dipastikan, dia tak memiliki cinta sejati. Dia hanya bisa menikmati tubuh Anda. (pet)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesalahan Terbesar Wanita Lajang

Hindari kesalahan berikut, agar peluang menemukan calon suami, makin besar.
Kamis, 17 Juni 2010, 14:46 WIB
Petti Lubis, Anda Nurlaila 

VIVAnews - Dalam petualangan mencari cinta sejati, banyak yang kemudian menyerah karena patah hati, mengalami hubungan buruk serta memiliki kisah asmara mengecewakan. Maka, banyak yang kemudian memilih hidup sebagai lajang daripada mencari pasangan.

Kebiasaan buruk dalam hal asmara memperparah dan merusak kepercayaan terhadap cinta dan hubungan yang sehat. Akhirnya, Anda menganggap sulit menemukan pasangan ideal.

Beberapa kebiasaan cinta yang buruk para lajang seperti dikutip Your Tango di antaranya,

1. Anda memilih pasangan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosional.

2. Telanjur berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang sulit, menyakitkan dan seringkali mengecewakan.

3. Merasa pasangan berusaha mengubah perilaku dan kehidupan Anda sesuai keinginannya

4. Anda merasa sudah terlambat untuk menemukan cinta sejati dan membangun kebahagiaan bersama pasangan.

Tak perlu terlalu khawatir apabila Anda akrab dengan salah satu pemikiran di atas. Yang perlu Anda lakoni adalah bersabar dan mengubah beberapa hal untuk memperoleh pasangan yang tepat. Berikut lima solusinya.

1.Identifikasi segala hal yang menghambat Anda menemukan pasangan ideal
Jauhkan pikiran bahwa tidak ada lagi orang baik yang bisa Anda ajak kencan atau hanya berharap keajaiban datangnya seorang pria yang tepat untuk menyelamatkan Anda. Selanjutnya, jujur terhadap diri sendiri tentang hal yang membuat Anda sulit menerima orang lain. Apakah penolakan di masa lalu, kekecewaan, pengkhianatan membuat Anda menutup hati? Sekarang saatnya membuka diri dan membuang ketakutan-ketakutan yang ada.

2. Buang kenangan menyakitkan
Agar Anda dapat lebih jernih melihat masih ada orang tepat, kumpulkan semua kenangan yang menyakitkan, kemarahan dan pengalaman buruk dari masa lalu. Terimalah sebagai sebuah pengalaman dan pelajaran. Kini Anda harus mampu menentukan jenis kehidupan apa yang Anda harapkan, dan pasangan ideal yang bisa membuat Anda kembali bersemangat.

3 Berhenti menunda kebahagiaan
Mulailah meraih kebahagiaan sekarang! Jangan menunggu meraih kebahagiaan sampai Anda merasa sudah waktunya. Ungkapan "Saya akan bahagia jika telah mendapat pekerjaan yang lebih baik" atau "Memiliki tubuh ideal lebih dulu" membuat Anda makin tersiksa dan merasa tidak percaya diri.

Saat berbahagia, energi positif akan menarik orang di sekitar Anda untuk mendekat dan membuka peluang hubungan. Jangan menunda memperoleh kebahagiaan esok hari, mulailah hari ini.

4. Ciptakan konsep hubungan yang Anda idamkan
Agar tak terperangkap stigma dari masa lalu Anda, ciptakan sebuah definisi dan kondisi hubungan menyenangkan versi Anda sendiri. Camkan dalam hati sebuah hubungan yang Anda inginkan, seperti hubungan sehat, ideal, penuh kasih sayang, menyenangkan dan saling mendukung satu sama lain.

Anda mungkin terkejut melihat perubahan pendapat ini. Dan sebagai hasilnya, Anda akan lebih berbahagia dan menarik orang yang berpotensi menjadi pasangan ideal. 

(adi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Asmara, Pemicu Utama Stres Wanita

Kekasih atau suami seringkali membuat wanita merasa di bawah tekanan.
Senin, 28 Juni 2010, 13:30 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni 

VIVAnews - Pasangan ternyata merupakan sumber stres utama. Masalah dengan kekasih atau suami bahkan bisa memicu stres lebih berat daripada berseteru dengan bos di kantor.

Kesimpulan itu diperoleh melalui survei yang dilakukan tim psikolog Lancaster University, Inggris terhadap 3.000 pria dan wanita.

Peneliti juga menemukan bahwa suami lebih mungkin membuat tekanan darah istri melonjak. Secara keseluruhan, sebanyak 59 persen partisipan mengatakan, hubungan asmara seringkali membuat mereka merasa di bawah tekanan.

Hanya 43 persen yang mengatakan bahwa mereka mengalami tekanan saat bersama dengan manajer atau atasannya. Dan, 18 persen wanita mengatakan konflik dengan pasangan membuat stres bertambah. Sementara pria yang mengalaminya hanya 12 persen.

Cary Cooper, profesor psikologi kesehatan dari Universitas Lancaster, mengatakan, wanita cenderung lebih mudah stres dibandingkan pria. Namun, wanita juga relatif mudah mencurahkan kemelutnya kepada orang lain untuk meredakannya.

"Stres pada wanita semakin membuncah saat terbentur pekerjaan dengan waktu yang panjang. Jika hal itu terjadi terus menerus, maka tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga hubungan asmara," Cooper menambahkan, seperti dikutip dari Daily Mail.

Polling yang dilakukan oleh sebuah perusahaan alat elektronik, Philips, juga menemukan bahwa wanita lebih khawatir tentang berat badannya dibandingkan pengeluarannya. Hampir setengah partisipan mengungkap kalau kesehatan sangat penting.

Profesor juga menambahkan pekerjaan rumah tangga membuat wanita lebih stres daripada pria. Namun, wanita bisa menghadapinya dengan lebih baik, karena mereka merasa lebih mudah berbicara dengan orang lain tentang perasaannya.

(umi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bertengkar Itu Sehat


Apakah Anda sering menghindari pertengkaran di tengah argumentasi sengit?
Jum'at, 20 Agustus 2010, 07:11 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni

VIVAnews - Jangan menghindar jika berada dalam sebuah situasi yang  mengharuskan Anda beradu argumen. Siapa sangka, adu argumen memiliki dampak positif bagi kesehatan.

Hasil penelitian tim Institute for Social Research University of Michigan, Amerika Serikat, mengungkap, ketika seseorang menghindar dari ketegangan cenderung berdampak buruk pada kesehatannya.

Menghindari adu argumen dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik, juga perkembangan hormon kortisol pemicu stres yang abnormal sepanjang hari. Untuk itu jangan segan untuk beradu argumen termasuk dengan pasangan.

"Hubungan memiliki pengaruh penting terkait apa yang kita rasakan sehari-hari, terutama dalam menyelesaikan masalah," kata salah satu peneliti, Kira Birditt, seperti dikutip dari MSNBC.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pasangan menikah yang menghindari adu argumen, meninggal lebih cepat dibandingkan dengan pasangan yang sering beradu argumen.

Studi lain menemukan, mengekspresikan kemarahan memberikan kontribusi pada kemampuan mengontrol dan optimisme yang tidak dimiliki mereka yang penakut. Peneilitian ini dipresentasikan 12 Agustus lalu di 'Annual Convention of the American Psychological Association' ke-11.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 Kualitas Suami Masa Depan

Berikut ciri-ciri pria yang pantas untuk Anda jadikan pasangan hidup.
Kamis, 21 Oktober 2010, 08:26 WIB
Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti 

VIVAnews - Tidak peduli bagaimana sifat dan kepribadian pria, ada karakteristik tertentu yang harus ia miliki untuk menjadi suami yang berkualitas di masa depan. Bagi Anda yang belum menikah, segera cek apakah pasangan saat ini memiliki kriteria sebagai suami berkualitas di masa mendatang.

Berikut ciri-ciri pria yang pantas untuk Anda jadikan pasangan hidup, seperti dikutip dari laman Shine:

Jujur
Memiliki pasangan yang jujur bisa memberikan ketenangan batin. Jangan sampai kekasih yang akan dijadikan suami menyimpan rahasia dari Anda. Keterbukaan adalah kunci keharmonisan dalam rumah tangga.

Selalu Memberikan Dukungan
Dukungan dari kekasih adalah penyemangat hidup seseorang. Begitupula jika dia telah menjadi suami di masa depan. Suami yang selalu memberikan dukungan pada istrinya bisa menjadi kunci pernikahan berhasil.

Punya kepribadian menyenangkan
Apakah calon suami punya selera humor yang baik, atau tidak mudah diajak bercanda? Ia adalah orang yang akan menemani Anda menghabiskan sisa hidup. Jika Anda tidak menikmati kebersamaan dengannya sekarang, 10 atau 20 tahun lagi hubungan Anda bisa makin hambar. Pernikahan selalu diwarnai suka dan duka, tapi setidaknya ada saat-saat tertentu pasangan bisa membahagiakan Anda.

Pekerja keras
Tugas seorang pria adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Meski saat ini kebanyakan wanita juga berkarier untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seorang pria tetap memikul tanggung jawab utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pria yang malas dan bukan tipe pekerja keras hanya akan membuat rumah tangga Anda terpuruk. Untuk itu, cobalah selektif dalam memilih suami. Tapi, bukan berarti Anda hanya mengharapkan pria kaya untuk dijadikan pasangan hidup. Cari pria yang mau bekerja keras untuk keluarganya.

Mencintai apa adanya

Mencintai segala kekurangan yang ada pada diri seseorang akan lebih baik daripada mencintai kelebihannya. Jika pria menyukai wanita dari kecantikannya, suatu saat rasa cintanya bisa saja pudar seiring dengan pudarnya kecantikan Anda. Namun, jika dia bisa menerima segala kekurangan Anda, dialah calon suami yang tepat untuk Anda pilih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 Alasan Cinta Lebih Penting dari Karier

Anda bisa memutuskan pilihan tepat dari situasi dilematis antara pekerjaan dan pasangan.
Jum'at, 22 Oktober 2010, 14:01 WIB
Siswanto 

VIVAnews – Sering merasa bingung membagi waktu antara pekerjaan dan pasangan? Apakah lebih baik memprioritas cinta ketimbang karier? Jangan bingung. Anda bisa memutuskan pilihan dari situasi dilematis ini.  

Ternyata, jika Anda menempatkan cinta sebagai prioritas dalam kehidupan, hal ini bisa menjadi pendukung masa depan Anda, baik dalam kebahagiaan dengan pasangan maupun kesuksesan karier, seperti dikutip dari laman Yourtango.
Apa saja alasan yang membuat Anda perlu mementingkan cinta dibandingkan karier?

1. Kencan tidak akan ganggu karier Anda
Menghabiskan waktu bersama pasangan hanya selama 1-2 jam sehari tidak akan membuat pekerjaan Anda terbengkalai. Bila Anda bisa menemukan pasangan yang benar-benar pengertian, dia juga tidak akan memaksa Anda untuk berkencan di saat Anda sangat sibuk.

Jika pasangan benar-benar peduli, tentu saja dia akan memahami situasi Anda. Misalnya, ketika Anda benar-benar sedang mengerjakan proyek penting di kantor, si dia akan mendukung aktivitas itu.

2. Memiliki seseorang bikin Anda lebih bahagia
Seperti ini gambarannya, Anda sedang bekerja pada sebuah proyek jangka panjang yang sangat menyita banyak waktu dan energi. Anda sangat sibuk. Anda tenggelam dalam depresi. Nah, bayangkan jika Anda punya pasangan yang kemudian datang dan membawakan Anda makanan. Tentunya, hal ini bisa meredakan stres yang Anda alami akibat pekerjaan menumpuk.

3. Perkawinan tidak akan mengalihkan perhatian Anda
Jika suatu perkawinan melibatkan orang kreatif dan sibuk, pasangan suami istri perlu untuk saling mendukung, bukan saling menghalangi satu sama lain. Selain itu, kehadiran anak tidak akan mengganggu karier Anda, justru akan membuat hidup Anda makin berwarna.

4. Kaya atau miskin bukanlah persoalan utama
Cinta bukanlah tentang uang. Ini tentang kebersamaan. Bersyukur bahwa setidaknya Anda sedang bersama-sama dan bekerja dengan saling mendukung. (pet)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS