Perempuan Cinta Mati dengan Media Sosial?

Sabtu, 20/11/2010 | 12:05 WIB

Oleh Hermawan Kartajaya (Founder & CEO, MarkPlus, Inc)
Bersama Putu Ikawaisa Mahatrisni (Senior Research Executive, MarkPlus Insight)
KOMPAS.com - Apakah Anda memiliki Facebook? Pertanyaan ini adalah satu diantara pertanyaan yang saya ajukan kepada peserta seminar Marketing to Women: Empowering the Most Influential Market. Pertanyaan ini terutama saya ajukan untuk para perempuan yang berada di ruangan tersebut dimana secara mengejutkan semua perempuan yang saya temui selama perjalanan saya di enam kota menyatakan seluruhnya memiliki akun Facebook. Mari kita lihat seberapa kuat pengaruh jejaring sosial terhadap perempuan di Indonesia?
Menurut Wikipedia, Social Media is aninformation content created by people using highly accessible and scalable publishing technologies. Mulai dari Friendster, MySpace, Facebook hingga Twitter, semua melakukan koneksi internet. Bisa dikatakan, secara umum, perempuan mulai dekat dengan dunia maya karena peranan jejaring sosial ini. Yang menarik dalam riset yang dilakukan terhadap 1.301 perempuan di delapan kota besar adalah ternyata Facebook/Twitter menjadi media yang paling sering diakses setelah TV dan Koran—jika keduanya dianggap sebagai salah satu media.
Dibandingkan Twitter, Facebook memiilki penggemar perempuan yang cukup banyak. Potensi Facebook-ers perempuan terlihat sedikit lebih banyak dari pria. Apakah perempuan-perempuan pemilik akun ini aktif mengaksesnya? Ternyata, iya. Bahkan, sebagian besar mereka mengatakan tidak bisa lepas dari Facebook saat ini.
Facebook dianggap menarik oleh perempuan karena memiliki fitur yang lebih lengkap dan aman. Kelengkapan fitur yang dimaksud oleh perempuan ternyata adalah status update,wall to wall conversation, chatting, picture posting, picture tagged, game,dan sebagainya. Sementara, sisi aman diperoleh karena di Facebook memerlukan mekanisme persetujuan untuk menjadi friend, selain ada mekanisme filter jika diperlukan.
Dari 1.300 responden, diketahui ada 45 persen yang mengakses Facebook. Sementara yang mengakses Twitter sebanyak 0,5 persen.
Bertemu dan terhubung dengan teman lama, menambah teman baru, melakukan update status, berkenalan, dan memperlihatkan koneksi sosial dan foto-foto merupakan kegiatan favorit yang dilakukan perempuan di Facebook. Sementara, dalam studi kualitatif, diketahui bahwa Facebook juga dapat memenuhi keingintahuan mereka akan kondisi terkini mantan kekasih mereka, seperti bagaimana wajah mereka, kondisi mereka, dan keberadaan mereka. Kembalinya kenangan lama melalui Facebook menjadi penting bagi perempuan.
Selain berbagai aktivitas diatas, Facebook juga menjadi tempat untuk mempromosikan bisnis bagi perempuan-perempuan yang memiliki jiwa wirausaha. Selain itu, satu hal yang menarik bagi perempuan terutama ibu rumah tangga adalah Facebook memiliki fitur game yang saling terhubung antaranggota yang memainkannya, sehingga tercipta hubungan tiga dimensi, meskipun mereka tidak saling mengenal.
Luar biasa sekali mengetahui bagaimana peranan media sosial bagi perempuan. Dengan berkembangnya peralatan komunikasi yang memungkinkan untuk mengakses internet di mana saja, para perempuan semakin merasa harus eksis di dunia maya. Bahkan, baru-baru ini, sebuah majalah wanita merilis perempuan-perempuan inspiratif yang kiprahnya bisa kita pantau melalui Twitter. Sebutlah Fahira Idris yang kemudian memunculkan gerakan Gema Damai yang didukung oleh ribuan follower-nya. Ada lagi Ainun Chomsun yang dikenal sebagai @pasarsapi dengan Akademi Berbagi, Just Silly dengan gerakan Blood for Life, dan banyak lagi perempuan inspiratif lainnya yang berawal dari media sosial.
Jika biasanya kita mengenal istilah diamond is women best friend, bisa jadi ada tambahan sahabat lain bagi perempuan terutama di Indonesia, yaitu jejaring sosial yang menjadi sahabat perempuan karena selalu mendukung dan memberikan apresiasi yang lebih besar, bahkan melebihi pasangannya. Sebab itu, apa yang harus dilakukan oleh marketer adalah memahami sahabat baru perempuan dan tetap bijaksana dalam menggunakan.
Beranggapan bahwa dengan menggunakan jejaring sosial bisa secara bombastis meningkatkan penjualan tentu bukan hal yang benar. Namun, jejaring sosial bisa digunakan untuk meningkatkan hubungan merek dan produk kita dengan para perempuan. Sebagai alat bantu untuk mengkomunikasikan tren terbaru yang kita ciptakan sekaligus menjaga keintiman hubungan dengan para perempuan. Selain itu, jejaring sosial yang sangat diakrabi perempuan ini bisa digunakan sebagai media untuk Co-creation karena perempuan tidak pernah pelit untuk bersuara. Dengan kemampuan mereka berbagi dan berhubungan dengan banyak orang, mereka bisa menjadi kekuatan dan modal bagi para pemasar. Sebab itu, bertemanlah dengan jejaring sosial, maka anda akan bersahabat dengan perempuan.
-------------------
Artikel ini ditulis berdasarkan analisis hasil riset sindikasi terhadap hampir 1.300 responden perempuan di 8 kota besar di Indonesia, SES A-D, Usia 16-50 tahun, yang dilakukan bulan Mei-Juni 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers.

Tulisan 26 dari 100 dalam rangka MarkPlus Conference 2011 “Grow With the Next Marketing” Jakarta, 16 Desember 2010, yang juga didukung oleh Kompas.com dan www.the-marketeers.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar